Dea Guru Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi Guru Ulama Nusantara dari Sumbawa (NTB)

 

Masuknya Islam ke Pulau Sumbawa, secara historis memiliki beberapa versi. Keterangan dalam catatan manuskrip kuno di Lombok yang dinamakan “Panambo Lombok”, bahwa Islam masuk ke Pulau Sumbawa dibawa oleh Sunan Prapen, yang merupakan putra dari Sunan Giri. Sedangkan dalam manuskrip kuno di Bima yang dinamakan “BO Sangaji Kai”, bahwa Islam masuk ke Pulau Sumbawa dibawa oleh Datuk ri Bandang, yang merupakan seorang pendakwah utusan dari Gowa.(Jaffar, 2020)

Meskipun ada perbedaan catatan, akan tetapi dapat disimpulkan bahwa Sunan Giri yang merupkan Ayah dari Sunan Prapen, merupakan tokoh yang sangat berperan dalam penyebaran Islam di wilayah Timur, hal ini dikarenakan Datuk ri Bandang sendiri merupakan murid dari Sunan Giri. Penyebaran Islam yang dilakukan di wilayah Timur ini, kemudian melahirkan ulama’ besar di Pulau Sumbawa, diantaranya adalah Syaikh Abdul Ghani Al-Bimawi Al-Jawi, Syaikh Ibrahim Al-Khulushi As-Sumbawi, dan Syaikh Zainuddin As-Sumbawi.(Jaffar, 2020)

Dalam artikel ini, saya tertarik untuk mengupas sedikit mengenai Dea Guru Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi. Literasi terkait dengan Dea Guru Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi masih sangat minim. Sehingga kedepannya perlu ada penelitian yang serius untuk mengkaji dan membedah bagaimana sejarah hidup, perjalanan intelektual, perjalanan spiritual, karya-karya, serta pergerakan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam.

Dea Guru Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi adalah sosok ulama besar yang berasal dari Desa tepal, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Tepal sendiri, merupakan salah satu desa di kawasan pegunungan Batu Lanteh dengan ketinggian 900 mdpl. Masyarakat desa Tepal sendiri, terkenal sebagai masyarakat yang memegang teguh tradisi leluhurnya.(Sebuah Desa yang Bertahan karena Tradisi, t.t.)

Fahri Hamzah dalam acara bedah buku “Dea Guru Syech Zainuddin Tepal As-Sumbawi” karya Nurdi Rangga Barani yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Samawa pada 22 Januari 2018, menyatakan bahwa Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi merupakan sosok yang memiliki infrastruktur jiwa dan pemikiran yang luas. Dari desa pelosok di Pulau Sumbawa, Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi mampu mencanangkan cita-cita tinggi untuk belajar ilmu agama, dan dapat merealisasikannya untuk belajar ilmu agama di kota Makkah.(Redaksi, 2018)

Nama asli dari Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi adalah Muhammad Zainuddin bin Muhammad Badawi as-Sumbawi. Panggilan “Dea Guru”, merupakan gelar yang disematkan kepada beliau sebagai bentuk tradisi masyarakat Sumbawa dalam menyebut tokoh Agama.(Muhamad, 2020) Belum ada catatan pasti kapan beliau lahir, akan tetapi menurut perkiraan Wan Mohammmad Shaghir Abdullah yang dikutip oleh Ihin Utan, bahwa Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi lahir pada tahun 1810-an.(Utan, 2014)

Perjalanan intelektual Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi ke kota Makkah menjadi utusan Sultan Amrullah (Kesultanan Sumbawa) pada masa itu untuk menjadi studi ke Arab Saudi. Di kota Makkah Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi belajar ilmu hadits ke Syaikh Nawawi Al-Bantani dan Syaikh Abdul Karim as-Sambasi. Dalam thariqah, beliau belajar thariqah Syathariyah kepada Syaikh Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathani, thariqah Khalwatiyah-Sammaniyah kepada Syaikh Muhammad Ali bin Abdur Rasyid bin Abdullah Qadhi as-Sumbawi. Belia juga pernah ke Negeri Syam (Syiria), untuk belajar thariqah Qadiriyah kepada Syaikh Muhammad Mukrim. Bahkan dalam thariqah Qadiriah, Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi menjadi khalifah thariqah.(Utan, 2014)

Keterangan mengenai Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi sebagai khalifah thariqah Qadiriyah, tercantum dalam kitab Badi’ az-Zaman karangan Muhammad Azhari al-Falimbani. Kutipan dalam kitab tersebut,

Syaikhuna, Al-‘Alim al-‘Allamah al-Khalifah at-Thariqah al-Qadiriyah asy-Syaikh Muhammad Zainuddin as-Sumbawi, mengambil dari Syaikh as-Sayyid Muhammad Mukrim, Mufti negeri Hamad, Syam, dimana ia mengambil dari Masyaikh-Masyaikh hingga Nabi Muhammad Saw. secara muttasil hingga sekarang . Dan jika hendak mengetahui silsilah tarekat ini, lihat di dalam Tuhfatil Qudsiyah bagi Syaikhuna al-Mazkur asy-Syaikh Muhammad Zainuddin as-Sumbawi

Perjalanan intelektual dan spiritual Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi menjadikan beliau sebagai ahli Hadits dan tasawwuf. Oleh sebab itu, beiau menjadi guru bagi para pelajar nusantara di Bait Sumbawa atau perumahan khusus bagi orang-orang sumbawa di Masjidil Haram. Ada banyak ulama dari Makkah dan Nusantara yang menjadi murid beliau, diantaranya :

1.   Syekh Mukhtar bin ‘Atarid Bogor (1278H/1860M – 1349H/1930M),

2.   Syekh Muhammad Azhari al-Falimbani,

3.   Kyai Muhammad Khalil bin Abdul Lathif al-Manduri/Syaikhona Kholil Bangkalan,

4.   Syekh Usman Abdul Wahab as-Sarawaki

5.   Syekh Ali bin Abdullah al-Banjari,

6.   Syekh Khalid bin Utsman al-Makhla az-Zubaidi,

7.   TGH Zainuddin Abdul Majid, Lombok,

8.   Syekh Abdul Hamid Kudus,

9.   Syekh Mahfuz bin Abdullah at-Tarmisi (Termas, Jawa), (1285 H/1868 M – 1385 H/1965)(Utan, 2014)

Gus Muwaffiq (Tokoh Nahdlatul Ulama) dalam ceramahnya di Sumbawa, menjelaskan bahwa Syaikhana Muhammad Khalil Bangkalan sangat menghormati gurunya yang berada di Sumbawa (Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi). Syaikhana Khalil pernah diberi hadiah oleh Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi berupa kuda Sumbawa. Alih-alih menunggangi kuda tersebut, Syaikhana Khalil justru menuntun kuda tersebut.(Jaffar, 2020)

Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi juga terkenal sebagai penyusun kitab-kitab tadris Islamiyah. Di antara kitab-kitab karangannya adalah,

1.   Sirajul Huda ila Bayani ‘Aqaidit Taqwa, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi dengan judul “Pelita Petunjuk Kepada Menyatakan Segala Simpulan Segala Ahli Takwa”.

2.   Minhajus Salam fi Tafsil ma yata’allaqu bil Iman wal Islam.

3.   Waraqatun Qalilatun fi Manasikil Hajji wal ‘Umrah ‘ala Mazhab al-Imam asy-Syafie. Keterangan ini terdapat dalam kitab Majmuk Kaifiyat Khatam al-Quran karya Syaikh Daud bin Abdullah al-Fathani.

4.   Tuhfatul Qudsiyah. Hanya terdapat maklumat berdasarkan karya Syaikh Muhammad Azhari al-Falimbani di dalam Badi’uz Zaman. Kemungkinan karya yang tersebut telah tidak dapat ditemui lagi.(Abdullah, 2007)

Taufik Rahzen seorang budayan yang menjadi pembahas dalam acara bedah buku “Dea Guru Syech Zainuddin Tepal As-Sumbawi” karya Nurdi Rangga Barani yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Samawa pada 22 Januari 2018, menyatakan bahwa Rahzen pernah menemukan informasi mengenai Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi di Rusia pada tahun 2006. Rahzen menjelaskan bahwa

Seorang ilmuan Rusia menjelaskan kepada Taufik, bahwa teks Badiuzzaman menjelaskan salah satu konsep yang terdapat dalam kitab Tuhfatul Qudsiyah, yakni  konsep hidup zuhud dalam suatu kerumunan. Menurut Taufik, konsep itu diinterpretasikan oleh ilmuan Rusia itu, bagaimana iman dimanfestasikan dalam suatu tindakan sosial. Konon, Tuhaftul Qudsiyah ini sempat menjadi koleksi di Petersburg Library, Rusia”.(Muhamad, 2020)

Wafatnya Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi belum diketahui secara pasti. Ihin Utan menyebutkan bahwa beliau wafat pada bulan Zulqa’dah 1312 Hijrah/1895 M. Sebagai bentuk penghargaan kepada beliau, di desa Tepal telah didirikan sebuah MTs dan SMA yang menggunakan nama beliau (Syaikh Zainuddin Tepal As-Sumbawi).(Utan, 2014)

 

Daftar Pustaka

Abdullah, W. Mohd. S. (2007, Februari 26). Syeikh Muhammad Zainuddin as-Sumbawi Pengarang Sirajul Huda. Ulama Nusantara. http://ulama-nusantara.blogspot.com/2007/02/syeikh-muhammad-zainuddin-as-sumbawi.html

Jaffar, H. F. S. J. (2020). Jaringan Ulama dan Islamisasi Indonesia Timur. Ircisod.

Muhamad, S. (2020, November 21). Dea Guru Syaikh Zainuddin As-Sumbawi -. Web-AlifLam. https://aliflam.staidk.ac.id/2020/11/21/dea-guru-syaikh-zainuddin-as-sumbawi/

Redaksi. (2018, Januari 23). Fahri Hamzah, Kita Belajar Dari Syech Zainuddin Tepal As-Sumbawi. Kabar Sumbawa. https://kabarsumbawa.com/2018/01/23/fahri-hamzah-kita-belajar-dari-syech-zainuddin-tepal-sumbawi/

Sebuah Desa yang Bertahan karena Tradisi. (t.t.). Indonesia Kaya. Diambil 9 Agustus 2022, dari https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/sebuah-desa-yang-bertahan-karena-tradisi/

Utan, I. (2014, Januari 9). Mengenal Syekh Zainuddin Tepal. Ihin Utan. https://ihinsolihin.wordpress.com/2014/01/09/mengenal-syekh-zainuddin-tepal/


Penulis : Adet Tamula Anugrah


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.