Apakah Semua Otak Kita Pintar? Ini Fakta Dalam Sains
Jika ditanya apakah tidak ada orang yang bodoh di dunia ini? Maka jawaban
kita berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa kepintaran itu adalah kelebihan
dari sang pencipta dan ada juga mengatakan seseorang akan pintar jika otaknya
diasah dan dilatih terus-menerus. Mari kita bahas dalam perspektif sains ilmiah...
Otak adalah struktur
paling kompleks dan penuh teka-teki di alam semesta, yang memiliki sel saraf
lebih banyak daripada jumlah bintang di galaksi. Seorang doktor di bidang sains
dari University of Cambridge, Facundo Manes
dalam buku terbarunya The Braind Of The Future bersama Mateo Niro
mengatakan bahwa otak menarik karena, diantara kualitas-kualitas lainnya,
adalah satu-satunya organ tubuh yang menjelaskan dirinya sendiri.
Otak manusia memiliki ukuran yang berbeda-beda dan memiliki berat sekitar 2
persen dari berat tubuh. Menurut penelitian terbaru yang
dilakukan Eiluned Pearce dari University of Oxford, perbedaan ukuran otak dan tulang tengkorak
paling menonjol terdapat pada bagian lubang mata (eye socket). Otak juga memiliki 3 bagian penting yaitu Otak besar (cerebrum), Otak kecil (cerebellum) dan Batang
otak (brainstem). Bersama saraf tulang belakang,
otak berperan sebagai pusat kendali tubuh dan menyusun sistem saraf pusat
(SSP). Sistem saraf inilah yang kemudian bekerja sama dengan sistem saraf tepi
untuk memberi kemampuan manusia dalam melakukan berbagai aktivitas seperti
berjalan, berbicara, bernapas hingga makan
dan minum. Hal yang sering didengar oleh masyarakat awam
adalah, apakah kita semua sama pintar atau hanya kebetulan?
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Neuroscience
and Biobehavioral Reviews menyatakan bahwa memiliki otak dengan ukuran
besar bukanlah jaminan bagi seseorang untuk memiliki IQ yang tinggi. Saat ini IQ masih menjadi salah satu instrumen yang
digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang secara rasional.
Dalam dunia medis setiap janin yang terlahir memiliki potensi yang sama
untuk memiliki otak yang cerdas. Sel-Sel saraf dalam janin yang baru lahir
belum sepenuhnya mampu berfungsi secara normal dalam mendengar, memahami maupun
mengenal lingkungannya. Sel-sel saraf tersebut butuh waktu dalam berkembang.
Namun, dengan perkembangan tersebut, maka sangat diperlukan latihan untuk
mengasah kecerdasan dalam diri ini sehingga inilah yang membedakan ketika dewasanya
setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda.
Seorang dokter dari Universitas Hasanuddin dr. Muhammad Akbar, P.hD mengatakan “Kebanyakan manusia hanya menggunakan 1 persen dari kemampuan otaknya, sedangkan 99 persen sisanya tidak digunakan dan menjadi neuron tidur". Hal ini menunjukkan bahwa manusia memiliki otak yang luar biasa dan penuh misteri. Ternyata masih banyak sel saraf dalam otak yang berpotensi untuk berkembang dan dibutuhkan proses dengan latihan serta kebiasan yang diajarkan dari bayi baru lahir.
Jadi dapat dikatakan bahwa dengan mengaktifkan saraf-saraf otak dapat memberikan sinyal stimulus dan memperbanyak hubungan antar sel otak. Potensi untuk cerdas pada setiap manusia dapat ditentukan sejak bayi baru lahir karena neuron pada otak bayi yang lahir masih belum berfungsi secara utuh dan semua manusia terlahir dengan kecerdasan yang sama yaitu mulai dari ketidaktahuan.

Leave a Comment