Pondok Pesantren YANMU NW Praya : Kontekstualisasi Berpikir Multidimensional Dalam Pendidikan
Pendidikan merupakan unsur fundamental kehidupan manusia. Ibnu Sina
menyatakan bahwa pendidikan menjadi dimensi penting kehidupan manusia. Dengan
pendidikan, manusia akan mampu meningkatkan kualitas jiwa dan akalnya.
Menurut Prof. Musa Asy’arie, pendidikan seharusnya dijalankan
berdasarkan perspektif bahwa manusia adalah makhluk multidimensional. Selama ini
pendidikan lebih cenderung dijalankan dengan memandang manusia sebagai makhluk
satu dimensi. Misalnya pendidikan agama lebih mengarah kepada pembentukan
manusia yang hanya mengejar dan menekankan religiusitas.(Zaprulkhan: 2020)
Sedangkan dalam kehidupannya, manusia juga akan menghadapi problematika diluar
dimensi keagamaan. Oleh sebab itu, pendidikan tidak boleh hanya menekankan satu
dimensi kehidupan manusia. Pendidikan harus mampu memandang manusia secara
multidimensional, sehingga pendidikan akan melahirkan output yang mampu
menjawab berbagai persoalan dan tantangan dalam kehidupan.
Kontekstualiasi Paradigma berpikir multidimensional dalam
pendidikan, telah dilakukan oleh Pondok Pesantren YANMU NW Praya. Pondok
Pesantren YANMU NW Praya merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam di Kota
Praya, Lombok Tengah. Meskipun sebagai lembaga pendidikan Islam, pola manajemen
Pondok Pesantren YANMU NW Praya tidak hanya mementingkan aspek religius santri.
Peningkatan aspek intelektual dan soft skill santri, menjadi dimensi
yang sangat diperhatikan oleh Pondok Pesantren YANMU NW Praya. Dalam lembaga
formal tingkat SLTA, santri bisa memilih fokus studi sesuai minat dan bakat
mereka, baik itu Keagamaan, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan
Pariwisata. Di luar jam formal, santri akan mengkaji kitab kuning (Khas
Pesantren), peningkatan soft skill dalam bidang bahasa asing
(Arab-Inggris), olah raga, seni, dan berbagai ekstrakurikuler lainnya.
Pola pendidikan multidimensional yang terapkan oleh Pondok
Pesantren YANMU NW Praya, melahirkan alumnus-alumnus yang tidak hanya memahami
ilmu agama, tetapi juga memahami ilmu pengetahuan interdisipliner bahkan
multidisipliner. Sehingga alumni Pondok Pesantren YANMU NW Praya tidak hanya
berprofesi sebagai tokoh agama, tetapi ada yang berprofesi sebagai akademisi,
TNI, Polisi, enterpreuner, dokter, dan berbagai profesi lainnya. Bahkan
sejak 2 Maret 2022, Klinik Pondok Pesantren YANMU NW Praya resmi beroperasi
dengan pegawai yang merupakan alumni YANMU sendiri. Klinik tersebut menerima
pasien tidak hanya dari kalangan warga pesantren, tetapi juga terbuka untuk
masyarakat umum di luar pesantren.
Pendidikan multidimensional Pondok Pesantren YANMU NW Praya harus menjadi sampel bagi lembaga pendidikan Islam lainnya. Sehingga, generasi muda muslim tidak gagap dengan kompleksitas realita kehidupan manusia. Mereka harus mampu berpikir logis, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan zaman. Sehingga mereka akan menjadi generasi yang mampu berinovasi dan menjadi agen perubahan dalam peradaban.
Leave a Comment